Warna Warni

Saya adalah orang orang yang termasuk beruntung. Saya punya cukup banyak teman yang berwarna warni, datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari yang pol mentok bawah sampai yang bisa dibilang berada. Saya kenal orang yang tinggal di kontrakan petak dengan rumah kayu, dan entah kenapa pula bisa kenal sama orang yang mampu beli piaraan seharga mobil bekas, earn more than I can imagine to spend.

Teman teman yang berwarna warni itu, bener-bener memberikan banyak insight pada kehidupan saya. Dan saya bisa bilang, itu adalah salah satu hal yang paling berharga yang diberikan Tuhan sama saya. Saya bisa melihat ke bawah untuk bersyukur, dan kadang melihat ke atas untuk menyemangati hidup.

Once upon a time, I am somebody, sampai Tuhan menjadikan saya nobody. Pelan-pelan mulai merangkak lagi, dan jatuh lagi. Sekarang? Sedang mencoba untuk merangkak lagi. Dan teman-teman anugerah Tuhanku itu benar-benar terasa sebagai sesuatu yang sangat berharga. Teman-teman saya yang berwarna warni ini pula lah yang membuat saya cukup kuat untuk bertahan dari cobaan yang sepertinya agak terlalu berat bagi saya.

Buat teman-temanku yang (mungkin) membaca ini. Makasih ya? Gak kebayang apa jadinya saya tanpa kalian. :’)