Sesimpel Alhamdulillah

Beberapa waktu yang lalu, saya naik taksi. Dan seperti biasanya, sedikit basa basi sama supir taksinya, sudah berapa lama, hari ini sudah ngangkut berapa, dan seterusnya dan seterusnya.

Ketika sampe di tempat tujuan, ongkos saya bayar, dan ada lebihan beberapa ribu rupiah, dan saya bilang, sudahlah Pak, bawa saja buat ngopi-ngopi. Di luar dugaan saya, supir taksi itu berujar

Alhamdulillah…

Dengan sangat tulusnya. Salah satu ucapan tertulus yang pernah saya dengar.

Hal itu seperti memberikan saya sebuah oase di tengah padang gersang bin gila bernama Jakarta. Yang orang orang bilang, serba keras, serba gak nyaman, dan serba penuh kerakusan…

Sekaligus, ucapan itu bagaikan menampar saya langsung, to the point kalau orang-orang kelas menengah yang #keminggris bilang. Ucapan itu membuat saya bertanya-tanya. Sudahkah saya cukup bersyukur atas apa yang saya dapat? Atau malah saya malah menjadi makin rakus dan ingin mendapatkan lebih lebih dan lebih lagi.

Sesimpel ucapan alhamdulillah, bisa membuat hati saya tenang dan adem, sekaligus menampar saya langsung…

2 pemikiran pada “Sesimpel Alhamdulillah

  1. 692273 319247Outstanding read, I just passed this onto a friend who was doing some research on that. And he really bought me lunch since I discovered it for him smile So let me rephrase that: Thank you for lunch! 435151

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *