Ini Aku, Dan Itu Teman-Temanku

Hae, kamu sudah tahu aku cukup lama kan?

Iya, ini aku, dan itu teman-temanku. Sama ndak jelasnya sama aku. Sebagian, ndak jauh beda kerenya sama aku. Pun sebelas duabelas wagunya sama aku. Kalaupun ada satu dua yang sedikit melek, mungkin mereka khilaf, atau terlalu iseng saja.

Aku dan teman-temanku yang wagu itu, hampir ndak ada yang terkenal, ndak ada yang luar biasa dari mereka terutama kalau sudah ngomongin prestasi yang sering menjadi acuan.

Kamu selalu boleh kok untuk sedikit alergi sama aku dan teman-temanku yang wagu itu. Selalu boleh menjadikan aku dan teman-temanku prioritas terakhir yang baru diingat dan didatangi kalau tak ada pilihan lain lagi.

Hidup itu pilihan bukan? Aku tidak bisa memaksakan aku dan teman-teman waguku untuk selalu kamu tengok atau kamu pedulikan. Apalagi ketika kamu masih punya belasan pilihan.

Hamid, yang sedang menjura kepada teman-teman yang masih mau berada di sampingnya.