Pengalaman Memasang BigTV: BigTV dengan BigMess

Beberapa hari yang lalu, karena xbox kantor agraris yang rusak tak kunjung selesai dibenerin, jadilah saya dan Benx memutuskan untuk mencari hiburan lain. Karena saya yang merusakkan xbox itu belum ada duit buat ganti, jadilah kami pilih alternatif hiburan yang “terjangkau” dahulu. Kami memutuskan mau langganan TV! Entah kapan melihatnya nanti, pokoknya kami mau cari hiburan alternatip!

Setelah browsang-browsing dan membandingkan sana-sini, akhirnya diputuskan kami memilih BigTV. Biaya bulanannya paling terjangkau dibandingkan penyedia jasa tv berlangganan lain. Selain itu, mereka menjanjikan banyak channel HD. Sebagai penggemar teknologi abal-abal, janji surga HD membuat kami semakin tertarik. Dan jadilah kami memutuskan berlangganan. Mereka bahkan membuka pendaftaran lewat web! Jadilah saya memilih mendaftar lewat web dengan alasan praktis dan menghindari pungli dealer mereka dengan dalih “biaya aktivasi”.

Lho? Pungli? Iya, beberapa toko antene atau parabola yang saya hubungi meminta biaya pasang/aktivasi bervariasi. Paling murah saya temui 100 ribu dengan dalih biaya pasang, dan yang paling mahal 100 ribu untuk biaya pasang + 150 ribu untuk biaya aktivasi. Entah apa maksud mereka…

Seluruh proses registrasi saya ikuti, dan sampailah pada tahap pembayaran. Kurang lebih beginilah paket yang saya beli

Pilih Paket BigTv

 

dan pembayaran pun berhasil…

Seharusnya, saya tinggal nunggu janjian sama teknisi kapan saya ada dan kapan teknisi mau datang kan ya? Dan katanya, kurang dari 24 jam kan ya? Oke…

Tapi entah kenapa, satu dua hal perkara yang seharusnya, kadang tidak berjalan mulus di kehidupan saya, semua yang menurut saya gampang, seringnya too good to be true. Termasuk dalam perkara BigTV ini. Setelah lebih dari 24 jam dan tidak ada tanda-tanda orang BigTV menghubungi saya, sayapun menelepon CS mereka. Saya antara hampir ngakak sejadinya dan ngajak berantem yang punya ide menerima pendaftaran via web BigTV. Pendaftaran saya tidak tercatat di sistem mereka.

Tidak tercatat? Iya! Padahal mereka sudah menerima uang saya? Lagi-lagi, iya! Sebagai orang yang masih menyisakan sedikit kewarasan, sayapun tanya kenapa. Jawaban mereka sungguhlah tak terduga. Paket yang saya pesan sudah tidak ada! Lalu? Sayapun diminta berlangganan paket yang lebih mahal dan membayar “kekurangan” biaya dengan mentransfer ke mereka. Okeee…

Pembayaran BigTV via Bank Nobu

 

Oke… Lunas ya? Lunas. Dan saya emailkanlah bukti-bukti pembayaran itu ke mereka. Dengan menyertakan ID pelanggan, saya menanyakan, kapan akan pasang ke tempat saya. Dan tahu apa respon mereka keesokan harinya?

Menindaklanjuti permohonan Bapak untuk segera dilakukan pemasangan berikut kami informasikan nomor Id pelanggan Bapak 1001549392

Ancaaat! Padahal di email sebelumnya saya menutup dengan seperti ini: Hamid, pelanggan 1001549392. Perkara kapan mau pasang ke tempat saya, ndak jelas blass!

Hamid, yang merasa weekend nya absurd sekali setelah kedatangan saksi yehuwa dan belum juga berhasil memasang BigTV.