Lagi Semacam Ribet

Halo. Apa ya?

Sa ndak mau nulis atau ngrasani tentang sesuatu kali ini. Sa cuma mau kasih alasan, kenapa jarang nulis blog dan sedikit lebih jarang terlihat di mana-mana.

Jadi begini ceritanya, sekitar sebulan dua bulan ini sa lagi sedikit tidak selo. Disamping berjibaku melawan tanggal 20 seperti biasanya, sa juga lagi ada tambahan gawe. Berjibaku melawan badan. Badan sa lagi kurang enak. Dan kurang enaknya badan ini tampaknya agak serius kali ini.

Sa mesti bolak-balik ke berbagai fasilitas kesehatan. Mulai dari Puskesmas Kecamatan –ya, semua harus dimulai disini kalau mau gratis atau minimal biayanya lebih terjangkau, ke RS milik pemerintah, balik lagi ke Puskesmas, dan akhirnya Dokter Puskesmas menyarankan saya untuk berobat ke Dokter kenalannya di RS PKU Muhammadiyah karena tampaknya kurang puas dengan hasil diagnosa dan pengobatan dokter pertama –dan ini besar kemungkinan gak masuk tanggungan asuransi pemerintah kota yang saya ikuti.

Dan benar saja, hari Jumat lalu, saya mendapati vonis kassa yang bagi saya lebih menyeramkan dari vonis Dokter. Kurang lebih dua minggu pendapatan mesti direlakan. Untungnya, saya diberi semacam surat pengantar untuk meminta reimburse sebagian biaya yang tidak masuk langsung dalam pertanggungan asuransi pemerintah kota. Seberapa dan bagaimana mereka akan reimburse? Entahlah, saya juga kurang jelas. Besok Senin rencananya baru akan saya coba bawa ke Dinas Kesehatan di Balai Kota.

Kalau keadaan seruwet begini mau ngeblogkan soal apa coba? Lagi ndak ada waktu untuk mengeluarkan pendapat yang kadang malah berujung protes ini itu atau malah ngrasani si itu atau itu. Lagi mumet srii…

Hamid, a boy with bigger body and slightly bigger heart (for now).