Tentang Memilih

Belum lama ini, ada satu hal yang cukup mengganggu menurut saya. Perkara pilih memilih yang menyerempet perpulitikan. Lho? Ngomong politik? Wagu ya? Iya. Tapi apa yang akan saya sampaikan ini jauh lebih wagu. Setidaknya versi saya. Perkara pilih memilih dan hak untuk protes.

Beberapa orang, yang sebagiannya juga teman saya tampak kurang berkenan kalau orang yang tak memilih sewaktu pemilu menuntut hak dan memprotes pemerintahan. Mereka bilang itu tidak bertanggung jawab. Wong milih saja enggak kok protes.

Apa iya begitu ya? Berasa wagu kalau saya. Apa iya memilih adalah kewajiban? Setahu saya, Indonesia belum menjadi seperti Australia yang menjadikan memilih dalam pemilu adalah kewajiban, bukan hak. Kalaupun iya apakah hal tersebut menghilangkan hak bersuara dan menyatakan pendapat?

Wagu toh? Masa iya orang yang ndak bersuara sewaktu pemilihan umum lalu kehilangan hak bersuaranya kepada pemerintahan terpilih? Logikanya kok saya tidak nyandak. Dan oh iya, post ini mungkin terasa patah-patah dan lompat lompat. Maafkanlah ya, mbangane ra posting, rants pun akhirnya dijadikan postingan. Dan buat sodara-sodara semua yang sudah pengen misuh-misuh karena postingan ndak bermutuĀ ini…

Ini ada foto Lantip

memilih lantip