Arsip Kategori: Uncategorized

Homok Lu!

Kurang lebih seperti judul tulisan inilah hardikan saya pada salah seorang teman saya beberapa tahun lalu.

Tidak ada yang sakit hati. Pun teman saya yang saya hardik itu. Homo, atau kalau orang-orang sekarang biasa “memperhalus” nya dengan kata-kata gay, memang tak jauh-jauh dari kehidupan saya. Saya punya teman homo, homok, gay atau apapun lah sebutannya. Saya tak merasa harus menjauhkan mereka dari kehidupan saya. Tak ada alasan untuk itu. Terkecuali memang mereka melakukan hal-hal yang membuat saya harus menjaga jarak. Memaksa mengikuti “selera” mereka misalnya.

Saya menganggap itu semacam selera.

Ya, orientasi itu saya anggap semacam selera. Ada orang yang berselera seperti saya, ada juga yang berbeda. Selera siapa yang lebih baik? Tentunya bagi saya pribadi selera saya lebih baik dan lebih sehat.

Selera yang dalam pandangan saya lebih baik atau lebih sehat tak lantas membuat saya bisa dibenarkan untuk mendatangi gerai junkfood dan lantas memaksa penggemarnya untuk mengikuti selera sehat saya misalnya.

Akan sangat menyebalkan bagi saya bila dipaksa mengikuti kemauan atau selera orang lain. Tentunya hal itu juga berlaku untuk mereka. Soal resiko, tentunya orang-orang yang sudah dewasa tahu akan resiko apa yang dipilihnya.

Jadi selama…

Homok, gay, lesbi atau apalah itu di sekitar saya menghargai pilihan, dalam hal ini orientasi saya, belum ada alasan buat saya untuk menjauhkan mereka.

Oh iya, saya termasuk yang oke-oke saja perkara equality, tapi tidak oke ketika kesetaraan itu berubah menjadi kebanggaan.

Selamat merayakan Minggu.

Hamid, di sebuah malam dimana rumahnya mati lampu sementara tetangganya tidak.

Hari ini hari Minggu yah? Apa yang sudah kalian lakukan untuk merayakan Minggu? Menyenangkan?

Saya merayakan minggu dengan blah bloh pah poh seharian sambil pura-pura peduli memikirkan masa depan.

Hamid, kembali melingkari tanggal-tanggal.

Konon, dalam waktu yang gak lama bbm bersubsidi akan naik. Kurang tahu juga kapan naiknya dan berapa.

Idealnya, saya kurang berhak membebani negara dengan membeli bbm bersubsidi ini. Tapi berhubung lagi kere, sayapun mau tak mau membeli bbm jenis ini. Dan berapapun naiknya, tukune tetep limang ewu!

Sepertinya, saya memang butuh piknik. Berhenti sebentar mikir yaini yaitu, butuhini butuhitu, ataupun harusini harusitu.

Ah, kuharap aku bisa.

Soal Seteru Itu

Disclaimer dulu ah. Saya mungkin belum bisa disebut blogger, saya tidak masuk dan mungkin tidak pernah bisa masuk ke dalam lingkaran apa yang mereka sebut blogger itu. Tapi toh itu tidak lantas menggugurkan hak saya buat waton nyangkem soal dunia blog-blogan itu. Soal nanti pada caci maki, ya resiko 😆

Belum lama ini saya dengar, para sesepuh dunia blog ada sedikit perbedaan tentang satu dan lain hal. Tak jarang, berujung dengan semacam perseteruan dan pembenaran atas jalan yang mereka pilih masing-masing. Sekali dua kali saling sindir dan senggol satu sama lain, tak bisa dihindarkan. Meskipun dengan segala alasan, mereka selalu bilang baik-baik saja dan tidak ada apa-apa diantara mereka. Tapi, suka atau tidak saya merasa tidak seperti itu adanya. Lanjutkan membaca Soal Seteru Itu

Judulnya Hampir Posting

Postingan ini semacam pengingat, buat posting nantinya kalau sudah agak selo. Wacananya sih bakal posting soal saya yang pengen membuat sesuatu, soal kesetaraan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oke, yang terakhir lebay.

Nah. Kalau ada yang kecewa, posting kok begini thok, harap salurkan dengan hal hal yang positif. Jangan corat coret kek foto di bawah ini.

image