Arsip Tag: blog

Pada Roy Sayur Saya Setuju

Tersebutlah seorang teman dari teman saya. Sodara beliau sering dan tenar dipanggil di dunia maya dengan Roy Sayur. Sodara beliau memilih menjadi anonim dan dikenal dengan sebutan Om Roy, Om Sayur, atau Om Terong.

Sama seperti dengan hampir setengah dari teman saya, sodara beliau saya kenal dari Mas Veta. Siapa sebenarnya beliau, mungkin di lingkaran pertemanan saya, hanya Mas Veta juga yang tahu. Saya tidak merisaukannya, karena bagi saya, saya akan mengiyakan siapapun orang itu ingin dikenal. Anonim, pseudonim, atau cagak anim tidaklah saya ambil pusing. Bahkan kalau sampeyan mengaku sebagai seorang perempuan cantik nan bahenol pun akan saya iyakan. Saya amini dan akan saya perlakukan seperti itu. Meskipun di balik perempuan bahenol itu adalah sesosok manusia seseram Ras Arab misalnya. :mrgreen:

Kembali kepada Om Sayur. Sudah cukup lama saya dan beliau menjalin hubungan baik. Selama entahlah, yang jelas lebih lama dari blognya, linimasa.com, yang kini menjadi blog rame-rame beliau dan gerombolannya. Ada yang menarik dan saya sangat suka dengan linimasa.com ini. Dimulai dengan tagline nya yang dengan suksesnya membuat saya jatuh hati.

karena internet butuh lebih banyak hati

Hebat kan? Setidaknya bagi saya. Yang selama ini sudah jarang menemukan konten di internet yang sedikit lebih banyak menggunakan hati dalam membuatnya. Tanpa bertujuan menaikkan rating di Google biar bisa diduitkan, branding, biar di-wah karena menunjukkan kebisaan, ataupun biar tambah tenar macam Donny Verdian. –piss Don! 😆

Iya hati. Sudah jarang betul saya membaca konten yang “menyenangkan” macam linimasa.com, cerita Pak Besar nya mas Wednes Yuda, atau blog nya Gus Vin. Alih-alih saya mendapatkan kengehekan Mas Brewok dan Arman Dhani, kenarsisan Verdian, artikel pengejar tren kekinian ala Iqbal Khan, atau yang lebih parah lagi, tulisan-tulisan ujub masa kini dengan dalih berbagi.

Salah? Sama sekali tidak. Tidak cocok untuk saya? Itu baru, bisa jadi. Buat saya, hal-hal semacam itu bikin sumuk. Dan perlu pengadem seperti si linimasa ini.

Hamid, yang mengangguk setuju pada Roy Sayur dan gerombolannya.

nb: beberapa contoh blog di atas hanyalah ilustrasi belaka, yen ra setuju njuk nesu ro aku ya urusanmu resikoku.

Lama Tak Ngeblog

Dah sejak jaman kapan ya? Sepertine dah lama banget gak update blog ini. Alasannya? Banyak sih. Untuk males ngeblog saya sudah mencadangkan berbagai alasan seperti.

Writer’s Block

Meskipun saya bukan penulis, tapi tampak keren saja pakek alesan ini. Jadi serasa penulis-penulis kondang. Ya minimal bloger beneran kayak KRMT Lantip lah. Hihihi. Alasan yang cukup keren bukan?

Lagi Aktif di Dunia Nyata

Entah akti entah bundet, pokoknya kesane jarang banget online. Jadinya belum sempat saja ngeblog. Ini alasan keren lainnya menurut saya. Karena bisa membuat saya seolah olah orang yang super sibuk. Horang penting pokoknya!

Gak Ada Bahan

Agak menyedihkan, pathetic ataupun sejenisnya. Pokoke gitu. Tapi gini lah kira kira: bingung mau nulis apa dan dibikin bagemana. Agak menggelikan memang. Padahal, kalau kata lakon Saut di film Beth: Tulis, tulis, tulis… Ada daun jatuh, tulis, ada burung, tulis, tulis, tulis, tulis…

Mutung

Bahasa Indonesianya apa ya? Pokoknya patah arang lah. Kenapa bisa patah arang? Ah jangan membuat saya patah arang lagi karena menceritakan kembali kepatah arangan saya. Mbundet? Yo ben!

Faktor X

Nah, faktor X ini, pokoknya tidak bisa dimengerti oleh manusia pada umumnya. Mulai dari karena alien, konspirasi yahudi , illuminati, dan freemason yang berkolaborasi membuat saya males ngeblog

 

Apa lagi ya? Itu aja dulu keknya. sebagian memang bener, sebagian memang alasan kacrut yang saya buat buat. Lah selanjutnya? Gimana ya? Yang jelas…

Pokoke aku kudu berusaha ngeblog! (҂’̀⌣’́)9

 

 

Samting, Semoga Menjadi Something

samtingBermula dari ngobrol-ngobrol saya dengan Kangmas Lantip soal kampanye dan konten kontenan, kami pun mulai menghayal soal Indonesia dan konten di internet. Kejauhan? Ketinggian, mungkin saja. Tapi kita tidak pernah tahu kan kalau belum mencobanya?

Oke, jadi begini. Dari obrolan kami, kami mulai punya khayalan, impian atau cita-cita dengan mengajak teman-teman yang lain untuk menambah konten yang ngIndonesia di Internet. Beberapa kenalan kami memang pengguna internet yang kebetulan jadi penulis, blogger, dan (mungkin) buzzer. Dengan modal sok kenal inipun kami mulai mengidekan sesuatu bernama samting. Satu minggu satu posting.

Posting tentang apa dong? Dalam khayalan babu kami sih, dari yang berhasil kami ajak, nantinya akan banyak menulis tentang Indonesia. Apa saja, mulai dari sosial, pariwisata, teknologi, dan lain sebangsanya. Impian kami, kalau seandainya 30 juta pengguna internet itu satu permil saja, melakukan posting blog atau konten tiap minggunya, berarti kurang lebih ada 30 ribu konten baru tentang Indonesia di internet. Bayangpun! Dengan jumlah konten sebanyak itu, tentunya Indonesia bakal lebih “tampak”. Setidaknya di internet dan di mata search engine semacam google :D. Harapannya lagi sih, dengan bertambahnya penampakan di internet ini, akan banyak membawa manfaat untuk Indonesia.

Jadi. Bersediakah sodara-sodara membantu mewujudkan khayalan babu kami? Karena kami bukanlah orang terkenal, bukanlah orang-orang yang bisa mempengaruhi. Tapi yang jelas, kami punya impian dan harapan soal Indonesia. Dan mungkin baru ini yang bisa kami lakukan…

Note:
Selengkapnya soal samting ini bisa dibaca lebih lanjut di blognya Kangmas Lantip disini. Sepertinya sodara beliau lebih bisa bercerita dan menjelaskan daripada tulisan abal-abal saya ini.